UNSUR RUPA BUMI

UNSUR RUPA BUMI

DESA TEGALREJA

KECAMATAN BANJARHARJO – KABUPATEN BREBES

1. Nama Desa Desa Tegalreja
2. Nama Lain Dayeh Dukuh Sawah & Tegal Sawah
3. Asal Bahasa Sunda
4. Arti Nama Kompak lan Guyub, bercocok tanam.

Membangun desa maju lan makmur.

5. Sejarah Desa Tegalreja

( Dukuh Sawah )

 

Desa Tegalreja adalah salah satu desa dari 25 desa di kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes bagian selatan yang mempunyai latar belakang sejarah. Bahwa  Tegalreja yang dulunya terbagi dua Desa Dukuh Sawah dan Tegal Sawah konon di Pimpin oleh dua kepala Desa, Sebelah Utara Masjid Jami Baiturrohman adalah Tegal Sawah yang di pimpin Kepala desa Pertama Bapak Itong sekitar tahun 1750 s/d 1799, sebelah selatan Kantor Balai Desa adalah dukuh sawah di Pimpin oleh Bapak Satem sekitar Tahun 1775 s/d 1799.

 

Keberadaan Desa Tegal Sawah dan Dukuh Sawah berdiri sekitar Tahun 1750 yang sekarang di jadikan Satu oleh Bapak Kepala Desa Pertama Desa Tegalreja Bapak H. Abdul Wahab dengan Luas 305 Ha. Yang berada di sebelah Utara desa Banjarharjo ( Utara desa Kradenan Kecamatan Kersana, Barat desa Cihaur, Selatan desa Parereja dan Banjarharjo, Timur desa Banjar Lor ).

 

Disebut Dayeh Dukuh Sawah menurut sejarah masyarakat Tegalreja konon pada Zaman Babat Alas, ada seorang Alim dari Tanah Banten yang biasa masyarakat Tegalreja menyebutnya Buyut Sarikem ( Syeh Abdul Rohman ) masih keturunan dari Syeh Hasanudin Banten. Sekitar Abad masa Zaman Para Wali beliau Mbah Sarikem diberi Amanah untuk Babat Alas bersama Masyarakat, hingga terbentuknya sebuah Perkampungan Masyarakat hinga terbentuknya sebuah Perkampungan Dukuh Sawah hinga terbagi dua desa sebelah Utara Tegal Sawah dan Sebelah Selatan Dukuh Sawah. Sumber Pendapatan Masyarakat zaman dulu masih dominan dari hasil Pertanian bercocok Tanam Padi, palawija dll.

 

Ketika bersatunya kembali Dukuh Sawah dan Tegal Sawah menjadi Desa Tegalreja saat kepemipinan Bapak Kuwu Jamali ( Jamaludin ) sekitar Tahun 1964 s/d 1977 berasal dari Paguyangan ( Banyumas ) yang Tersohor dengan Berkuda saat berdinas dan mengayomi Masyarakat. Nama Kuda kesayangan beliau yang di kasih nama Si Tambah yang selalu menemani perjalanan beliau, hingga akhir jabatan dan akhir hayatnya beliau Bpk. Jamali di Makamkan di kediaman beliau di Desa Paguyangan, dengan jasa beliau masyarakat Tegal reja mengambil Tanah kuburannya sebagai bukti Sejarah yang sekarang di makamkan di Makam Samboja ( Tegalreja ).

 

Nama Lain dari Dukuh Sawah kini masih di sebut di Dukuh Cantilan yang posisinya berada di sebelah Utara Desa Parereja, di Kepalai oleh Kepala Wilayah ( Kadus ).

 

Itulah asal mula sejarah desa Tegal reja terbentuk samapai sekarang, sumber informasi data dari Kepala Desa Tegalreja dan Tokoh Masyarakat di antaranya Bpk. H. Abdul Jalil, Bpk. Kerta Jaya sekitar Tahun 1936.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

July 2020
M T W T F S S
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031